Oleh: kiesaputra | Jumat, 16 Mei, 2008

Ketika Wanita Menangis

Sore ini, ketika lagi berdiskusi dengan partner di Kediri melalui YM, tiba-tiba dikejutkan munculnya popup pemberitahuan datangnya email. Setelah email kubuka, hmmm… kutarik napas dalam-dalam, satu persatu dan menjadi tumpang tindih satu sama lain kenanganku bersama wanita-wanita yang dekat sekali denganku maupun yang pernah kulihat disekitarku muncul bersliweran.

Araceli Herrera

Photo Credit: Araceli Herrera

Aku ingat nenekku almarhum di Bendo Blitar, dan di Jatimalang, ibuku almarhum, bude budeku, bulik bulik ku, kakak dan adik perempuan ku, teman sekolah ku, pacarku dulu, istriku, juga mbok mbok mlijo…. dan semua wanita yang pernah kulihat.

Wajah-wajah mbah-mbah dan ibu-ibu yang kemarin dulu aku lihat antri minyak tanah, ibu-ibu yang kulihat di TV yang menangis mempertahankan warung kaki lima nya digusur bapak-bapak Satpol PP, semua terlempar dalam ingatanku…

Aku sangat menghargai dan menghormati makhluk Tuhan yang satu ini, WANITA. Karena dari sinilah kehidupanku di mulai. Masih mau kurang ajar kepada nya…??

Penghargaan yang tulus, juga kusampaikan kepada pencipta puisi ini – sekaligus mohon ijin untuk memuatnya disini – dan semua saja yang mengirimkan sehingga sampai ke tanganku. Semoga puisi atau apapun namanya ini dapat menggetarkan sanubari kita dan menbawa kesadaran kita setingkat keatas.

Ketika Wanita Menangis

Jika seorang wanita menangis dihadapanmu,

Itu berarti dia tak dapat menahannya lagi.

Jika kamu memegang tangannya saat dia menangis,

Dia akan tinggal bersamamu sepanjang hidupmu.

Jika kamu membiarkannya pergi,

Dia tidak akan pernah kembali lagi menjadi dirinya yang dulu.

Selamanya….

Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah,

Kecuali didepan orang yang amat dia sayangi. Dia menjadi lemah.

Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah,

Hanya jika dia sangat menyayangimu, Dia akan menurunkan rasa egoisnya.

Lelaki, jika seorang wanita pernah menangis karenamu,

Tolong pegang tangannya dengan pengertian.

Dia adalah orang yang akan tetap bersamamu sepanjang hidupmu.

Lelaki, jika seorang wanita menangis karenamu.

Tolong jangan menyia-nyiakannya.

Mungkin karena keputusanmu, kau merusak kehidupannya.

Saat dia menangis didepanmu, Saat dia menangis karnamu,

Lihatlah matanya….

Dapatkah kau lihat dan rasakan sakit yang dirasakannya?

Pikirkan….

Wanita mana lagikah yang akan menangis dengan murni, penuh rasa sayang,

Didepanmu dan karenamu……

Dia menangis bukan karena dia lemah

Dia menangis bukan karena dia menginginkan simpati atau rasa kasihan

Dia menangis,

Karena menangis dengan diam-diam tidaklah memungkinkan lagi.

Lelaki

Pikirkanlah tentang hal itu

Jika seorang wanita menangisi hatinya untukmu,

Dan semuanya karena dirimu.

Inilah waktunya untuk melihat apa yang telah kau lakukan untuknya,

Hanya kau yang tahu jawabannya….

Pertimbangkanlah

Karena suatu hari nanti

Mungkin akan terlambat untuk menyesal,

Mungkin akan terlambat untuk bilang ‘MAAF’!!

Iklan
Oleh: kiesaputra | Rabu, 7 Mei, 2008

Buat alasan untuk Tuhan yuk …

Sering saya merenungkan bahwa Tuhan pasti telah menyediakan lebih daripada cukup segala kebutuhan yang kita butuhkan dalan hidup ini. Tetapi kenapa masih saja terjadi kekurangan dan kemiskinan disana sini? Apa yang salah dengan semuanya ini?

Satu setengah tahun yang lalu seorang teman yang masih muda datang pada saya menceritakan rencananya untuk membuka usaha sewa DVD/VCD Original, tetapi dalam hati dan pikirannya merasa tidak enak, karena nanti pasti akan menyaingi usaha tetangga sebelahnya yang telah menyewakan DVD/VCD Original terlebih dulu. Sementara teman muda ini ingin sekali keluar dari kungkungan pekerjaanya sebagai sopir taksi yang telah digeluti selama ini dirasakan kurang memberinya ruang gerak yang leluasa untuk mengembangkan pendapatannya.

Pada waktu itu saya sampaikan kepada beliau hal begini, “Mas sampeyan pernah ke pasar ?”.

“Ya pernah to Om”, katanya sambil tersenyum

“Disamping kiri dan kanan salah satu penjual buah, ada penjual apa mas?, tanya saya

“Ya penjual buah”, jawabnya

“Ada berapa di sebelah kiri dan berapa di sebelah kanannya?”, lanjut saya

“Wah nggak tahu Om, yang jelas banyak”,jawabnya. “Ya..ya..ya Om, saya tahu maksudnya”, sahutnya kemudian.

“Ya, mas. Meskipun mereka berjejer jejer menjual buah, tapi masing-masing tetap ada yang membeli kan?”, tanya saya.

“Nah kenapa ragu? Tugas kita kan membuatkan alasan (baca: sarana) bagi Sang Pemberi Rejeki agar dapat menyalurkan rejekiNya kepada kita masing masing to”, timpal saya

Sekarang, bermula dari usaha sewa DVD/VCD nya berkembang ke usaha Sewa Mobil dan akan berkembang ke Travel dan tiketing, sekarang juga telah merambah dan bertambah lagi ke usaha MPG (Multi Player Game) online.

Sudahkah kita membuatkan “sesuatu” agar Tuhan punya alasan (baca: sarana) untuk menyalurkan rejekinya kepada kita ?

Kunjungi Link yang dirujuk dalam tulisan ini:

Oleh: kiesaputra | Sabtu, 19 April, 2008

Apapun yang . . .

Apapun yang kulakukan, selalu dengan seketika menambah kebahagiaanku dan menambah kelimpahan yang kuterima dalam segala aspek kehidupanku untuk dinikmati setiap hari secara bijaksana.

Sepenggal kalimat diatas kuberikan kepada ananda Cynthia – anak pertamaku yang saat ini sedang menuntut ilmu di SMU Pangudi Luhur Van Lith Muntilan – dan kuminta untuk sering-sering mengucapkannya dengan penuh pengertian akan maksud kalimat tersebut serta kuminta untuk memahami bahwa apapun yang diterima ataupun dihadapi adalah suatu bentuk kelimpahan yang diberikan Tuhan baginya.

Ternyata hasilnya luar biasa !

Banyak perubahan dan hal baik sedikit demi sedikit terjadi dan mampu mengubah mulai dari cara pandang terhadap apa yang sedang terjadi sampai pada perubahan perilaku yang lebih positif. Satu hal yang pasti terlihat dengan jelas adalah sekarang Cynthia menjadi murah senyum !

Senyum adalah awal mula dari rasa bahagia . . . Keep sMiLing CynThia !!!

Doa:

Syukur kepadaMu ya Tuhan Kau percayakan kepadaku seorang puteri cantik, berikanlah kepadanya selalu hati yang penuh syukur dan penuh kebahagiaan

Amin

Keep Smiling

Oleh: kiesaputra | Jumat, 18 April, 2008

Taman Hati

Beberapa hari terakhir ini suhu udara di kota Surabaya sangatlah panas, lebih-lebih pada siang hari. Fuuuiiiiihhh….. panas sekali!

Tadi siang setelah berkeliling ke pasar keputran karena ada suatu keperluan, badan rasanya gerah sekali, mata terasa pedih karena silau dan panas. Dalam benak saya langsung tebersit bayangan alangkah nikmatnya kalau saat seperti ini beristirahat di Taman Bungkul, sebuah taman lama yang telah direnovasi oleh Pemkot Surabaya untuk memberikan fasilitas bagi warga kota untuk menikmati keindahan dan tentunya juga untuk fasilitas rekreasi.

Jujur, kita harus berterima kasih ke Pemkot, terutama karena sentuhan tangan dingin

Ibu Tri Risma sebagai pemegang kendali dinas pertamanan pada waktu itu. Terima kasih Ibu … dan semoga akan dibangun lebih banyak taman lagi di kota ini….

Sesampai di Taman Bungkul, saya ambil botol air mineral dari bawah jok sepeda motor saya. Memang luar biasa nikmat dan nyaman benar menikmati tegukan demi tegukan minum air mineral di siang yang panas hari ini sambil menikmati teduh rindangnya pepohonan yang dipelihara dan ditata dengan apik.

Sambil menikmati hembusan angin sepoi-sepoi ingatan saya melayang terbawa kedalam suatu kesadaran

bahwa saya pernah membangun sebuah taman yang indah, yang tertata rapi dengan suasana yang nyaman sesuai dengan yang saya inginkan, dimana dulu saya sering sekali bahkan hampir setiap saat dapat saya datangi tanpa harus bergeser dari tempat dimana saya berada. Namun karena satu dan banyak hal lain, beberapa saat terakhir ini hampir tidak pernah saya sambangi lagi taman tersebut ….. yaitu taman hati dan pikiran saya ….

Dulu, biasanya bila saya mengalami hal hal yang menyesakkan, beban berat, letih lesu dengan leluasa saya

pejamkan mata sejenak untuk menuju kedalam taman tersebut, untuk menikmatinya dan men-charge daya hidup dan energi saya.

… Karena waktu untuk menjemput Andrei, anak terkecil saya telah tiba, maka dengan segera saya tinggalkan Taman Bungkul dan menuju sekolah Andrei.

Sesampai dirumah, setelah berkemas sedikit, langsung saya ambil posisi yang nyaman, dengan diiringi oleh instrumen karya sang maestro Kitaro saya kembali mengunjungi taman hati dan pikiran saya. Saya bermain, melompat, dan sepuasnya melampiaskan kerinduan saya dengan kursi taman yang terletak dibawah rindangnya pohon sambil melihat aneka warna bunga yang sedang mekar mewangi. Saya bergembira ria sepuasnya dan bersyukur dapat kembali mengunjungi taman hati dan pikiran saya tersebut.

Terbersit dalam benak saya, seandainya setiap kita, mau untuk membangun taman hati dan pikiran masing-masing, kemungkin hanya ada damai di bumi ini! Karena setiap kesesakan dapat segera diatasi dengan menikmati taman masing-masing sehingga yang terbawa dan terpancar keluar adalah damai…damai..dan…damai….adanya.

Bukankah begitu?

Doa:

Terima kasih Tuhan telah Kau berikan panas yang terik siang ini, sehingga saya bisa menikmati teduh dan rindangnya tanaman yang Engkau hidupi di Taman Bungkul, yang dikelola oleh tangan-tangan dingin mereka yang Engkau tunjuk untuk merawatnya. Berkatilah mereka, berkatilah keluarga mereka dan berkatilah orang-orang disekeliling mereka.

Terima kasih juga Tuhan atas Keupeliharanya taman hati dan pikiran saya untuk terus tumbuh dan berkembang, semoga Engkau juga memelihara taman-taman dari teman, saudara, dan siapa saja yang mengunjungi tulisan ini.

Amin

Terima kasih Tuhan

Oleh: kiesaputra | Selasa, 15 April, 2008

Daya Cipta

Ada suatu Dzat yang untuk menciptakan segala sesuatunya cukup dengan memikirkan saja. Segala yang dipikirkan meresap dan mewujud di alam semesta ini. Segala sesuatu yang ada di alam semesta ini adalah gagasan dan hasil dari buah pikiran. Hukum hukum alam semesta ini bekerja menurut aturan-aturan dan kekuatan gagasannya.

Divine Light

Namun bila manusia menginginkan apa yang dipikirkannya agar menjadi buah kenyataan, maka manusia tersebut haruslah mengubah pola pikirnya dari pola pikir persaingan menjadi pola pikir kreatif konstruktif positif dan harus didasari dengan suatu keyakinan yang kuat.

Ia harus tidak bergeming dari segala godaan yang membawa kearah hal negatif destruktif yang muncul dalam setiap pola pikirnya setiap saat. Godaan selalu datang untuk membuyarkan dan menghancurkan anggan angan dan gagasan, dan selalu berpaling ke arah persaingan, saling menjatuhkan dan merendahkan yang lainnya.

Agar gagasan nya menjadi kenyataan, manusia tersebut haruslah kuat untuk menghadapi tantangan kerakusan dan ketamakan untuk daya menguasai sesamanya.

Fokus dan tak tergoyahkan dalam membuat gambaran pikiran, semakin detail keinginan yang dipikirkan dapat digambarkan dalam ruang pikirannya, maka akan semakin kuat keinginan tersebut termanifestasi kedalam wujud dari buah pikiran yang diinginkannya.

Doa:

Tuhan, ajarilah aku agar selalu dapat mengendalikan pikiranku. Bimbinglah agar pikiranku selalu kreatif penuh inovasi untuk berkompetisi secara konstruktif positif.

Ajari aku untuk berbahagia atas keberhasilan sesamaku dan bersyukur atas anugerah kekuatan pikiran yang Kau berikan kepadaku, semoga selalu bermanfaat bagi sesamaku dan alam lingkungan sekitarku.

Amin

Tuhan ajari aku selalu bersyukur

Oleh: kiesaputra | Jumat, 14 Maret, 2008

Kehujanan…

Siang tadi seperti biasanya aku menunaikan tugas menjemput anakku yang paling kecil, si Andrei yang masih duduk di kelas 1 SD Santo Yosep Surabaya.

* Andrei *

Seperti biasa juga, Andrei dengan menggunakan helm teropong warna biru kebanggaannya selalu minta duduk di depan. Keluar dari sekolah, titik titik air hujan mulai turun tetapi tidaklah mengganggu. Dengan perlahan sepeda motor kujalankan, namun ketika berada di jalan Gunungsari kelihatan sekali hujan didepan turun dengan lebatnya.

Kuberhentikan sepeda motor, dengan persetujuan Andrei kupakaikan mantel untuk si Andrei dan kembali melanjutkan perjalanan pulang naik sepeda motor. Semakin lama hujan semakin deras disertai dengan angin yang mulai kencang, banyak pengendara pada minggir dan berteduh di kiri dan kanan jalan, beberapa sedang mencari tempat yang memungkinkan untuk berteduh.

Motor tetap kujalankan dengan penguasaan penuh karena kulihat Andrei begitu tenang dan dari pembicaraan singkat dengannya dia sangat menikmati pengalaman ini.Akhirnya sampai juga di rumah, aku basah kuyup, demikian juga dengan Andrei – walau telah memakai mantel-, masih juga basah.

Segera aku pergi mandi bersama Andrei dan berganti pakaian kering yang memberikan rasa hangat tubuhku.

Di luar hujan semakin lebat dan angin semakin kencang, aku tenang dirumah berbincang dengan anak-anak dan istri. Menikmati limpahan rahmat dalam kehangatan keluarga.

Doa:

Terima kasih Tuhan telah Kau turunkan hujan ke bumi, walau banjir disana-sini. Dalam dinginnya terpaan hujan, kurasakan kemuliaan dan kemurahanMu.

Ajarilah aku untuk selalu bersyukur dan mensyukuri segala yang terjadi serta menjadikan diriku kuat dalam menerima kelimpahan dalam segala aspek kehidupanku.

Aku memohon agar kasih-Mu dan kelimpahan-Mu juga mengalir kepada sesamaku dan semua makhluk hidup di sekitarku.

Amin

Terpujilah Tuhan

« Newer Posts

Kategori