Oleh: kiesaputra | Selasa, 22 Februari, 2011

Ditengah hajaran dan teguran …

Kita merasa ‘lelah’ atas terpaan berbagai bencana yang menimpa negara bangsa kita akhir2 ini, yang terjadi begitu beruntun, bahkan saling berhimpitan waktunya. Kita ambil saja mulai dari banjir bandang Wasior, tsunami Melawai, wedus gembel merapi, sekarang lahar dingin merapai, letusan bromo beserta lahar dinginnya ….

Disisi lain harga beras naik, cabai naik, harga-harga semakin tak terjangkau bagi sebagian besar rakyat … nasi aking dan tiwul mulai populer lagi. Kehidupan menjadi semakin keras, semakin berat!

Dari negeri seberang, derita TKI seakan tak berkesudahan. Penyiksaan demi penyiksaan, pelarian, terlunta lunta di bawah jembatan di negeri unta.

Mereka yang punya jabatan dan posisi, melupakan amanat penderitaan rakyat dan para pejuang pendahulu. Mereka sibuk mengatur kuda-kuda untuk menyelamatkan diri, menumpuk hara atau mengatur strategi untuk merebut kekuasaan pada pemilu mendatang. Jeritan rakyat korban bencana, korban kebijakan dan korban majikan tidak terdengar sampai ke dalam nurani, hanya terdengar sayup-sayup yang meninabobokan.

Padahal, dinegara ini tempat beribadah bertebaran …

Pada jam-jam dan hari-hari peribadatan begitu penuh sesak orang terlihat beribadah kepasa Engkau ya Tuhan …. tetapi dengan tingkah laku jahiliyah yang terlihat saat ini seakan mengejek dan menistakanMu. Ibadah hanya lebih pada ibadah lahiriah, nurani dan rohaninya tidak terlibat. Berapa lama lagi bangsa ini menista Engkau Tuhan ? Berapa lama lagi bangsa ini memberontak kepada Engkau Tuhan ?

Tuhan, kenapa Engkau seakan diam terpaku? Kenapa doa para orang yang teraniaya seakan tidak sampai kepada Mu? Sudah bosankah Engkau menjawab doa-doa mereka, sudah kah Engkau tidak peduli kepada kami lagi ?

*********

Ada kalanya Tuhan menebarkan kasihnya kepada kita tidak dengan hal-hal yang menyenangkan, tetapi berupa teguran dan hajaran keras, namun semuanya pasti mendatangkan kebaikan bagi kita.

Bangsa ini tengah dihajar dan ditegur dengan keras, namun tergantung dari kita semua apakah kita dapat menerima dan menghayati teguran keras ini sebagai upaya untuk ‘mendidik’ kita atau kita tetap menjadi orang-orang yang cengeng, manja, mengasihani diri sendiri, mengeluh, menggerutu, tidak menyadari kesalahan dan tiada peduli kepada sesamanya? Semua tergantung dari kita sendiri…

BILA SEDANG DIDIDIK TUHAN, JANGAN SEKALI-KALI MEMBERONTAK. BELIAU TAHU YANG TERBAIK BAGI KITA….

Referensi:
*) “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11

*) Bilangan 14:11 TUHAN berfirman kepada Musa: “Berapa lama lagi bangsa ini menista Aku, dan berapa lama lagi mereka tidak mau percaya kepada-Ku, sekalipun sudah ada segala tanda mujizat yang Kulakukan di tengah-tengah mereka!

*) Amsal 3:11 Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: