Oleh: kiesaputra | Kamis, 19 Oktober, 2017

Kebaikan hati mengalahkan ilmu fengshui

Zhao Zi Hao seorg pengusaha sukses di China… suatu ketika menghabiskan banyak uang membeli sebidang tanah di pinggiran kota dan membangun sebuah villa bertingkat tiga.
.
Di dlmnya ada kolam renang yg mengesankan, dan sebatang pohon Lychee berusia seratus tahun di halaman belakang.
.
Sebenarnya… dia membeli properti itu hanya karena pohon ini.
Istrinya suka sekali makan buah lychee.
.
Selama renovasi, teman-2nya mendesaknya utk meminta pendapat master fengshui.
Zhao Zi Hao tidak pernah percaya pada Fengshui namun cukup mengejutkan ketika dia setuju menghubungi seorg master feng shui dari Hong Kong.
.
Grand Master itu adalah Master Cao yg telah berpengalaman selama tiga puluh thn dan sangat terkenal dlm dunia Fengshui. lalu Zhao Zi Hao mengantar sang Guru ke villanya di daerah pinggiran kota.
.
Sepanjang jalan.. ketika mobil di belakang mereka mencoba menyalip, Zhao Zi Hao memberi jalan.
Master dgn tertawa berkomentar: “Big Boss Zhao, Anda benar-2 mengemudi dgn aman.”
Zhao Zhi Hao tertawa: “Biasanya org yg menyalip memiliki beberapa masalah mendesak utk diurus, jadi kita seharusnya tidak menahannya.”
.
Sesampainya di sebuah kota kecil, jalan semakin sempit sehingga Zhao Zi Hao memperlambat jln mobil..
Seorg anak sambil tertawa tiba2 melesat keluar dari sebuah gang dan saat anak itu berlari melintasi jalan, Zao menghentikan laju mobilnya.
Lalu dia terus menunggu sambil menatap ke gang.. seolah sedang menunggu sesuatu. …..Dan betul saja… tiba-tiba seorg anak lain melesat keluar, mengejar anak tadi yg di depannya.
Master Zao terkejut dan bertanya: “Bagaimana Anda tahu akan ada anak lain yg mengikuti?”
Zhao Zi Hao mengangkat bahu: “Sebenarnya, anak-2 selalu mengejar satu sama lain dan tidak mungkin seorg anak berada dlm kegembiraan seperti itu tanpa teman bermain.”
Master Cao memberinya jempol besar dan tertawa terbahak2: “Anda sangat perhatian sekali! ”
.
Sesampainya di Villa, mereka turun dari mobil. Tiba-2 sekitar 7 – 8 burung2 berterbangan dari halaman belakang. Melihat hal itu, Zhao berkata kepada Master Cao: “Jika Anda tidak keberatan, tolong tunggu sebentar.”
“Ada apa?” Master Cao tercengang.
“Oh, tidak apa2 hanya mungkin ada beberapa anak yg sedang mencuri lychee di halaman belakang. Jika kita masuk sekarang mungkin akan membuat mereka ketakutan, jangan mengambil risiko sehingga menyebabkan ada anak yg mungkin akan jatuh dari Pohon Lychee.” Zhao menjawab dgn humor.
.
Master Cao terdiam beberapa saat sebelum berkata : “sejujurnya.. Rumah ini tdk memerlukan evaluasi fengshui lagi.”
Sekarang giliran Zhao yg terkejut: “Kenapa begitu?”
“Setiap tempat yg Anda miliki, secara alami telah menjadi properti dgn fengshui yg paling baik dan menguntungkan..”
*Kebaikan hati mengalahkan ilmu fengshui*
.
Bila pikiran dan kebaikan hati kita memprioritaskan kedamaian dan kebahagiaan org lain, yg beruntung bukan hanya org lain, tapi juga diri kita sendiri. Bila seseorg memiliki kebaikan hati dan memperhatikan org lain setiap saat, maka org ini secara tdk sadar telah menjadi org suci.
Org suci sebenarnya adalah org yg selalu mendahulukan segala sesuatu utk manfaat org banyak sebelum menjadi tercerahkan.
.
Nah itu pendapat master Cao utk org yg memiliki kebaikan hati…
.

Iklan
Oleh: kiesaputra | Sabtu, 18 Juni, 2011

Sulitnya Menjadi Obyektif

Pegolf profesional adalah pegolf yang menjadikan bermain golf sebagai pekerjaan. Pegolf profesional diperbolehkan menerima hadiah uang dalam sebuah turnamen profesional. Untuk menjadi pegolf profesional, seorang pegolf perlu mengikuti semacam kualifikasi. Setelah lulus kualifikasi inilah seorang pegolf dapat menyandang predikat pegolf profesional dan berhak memegang kartu tanda pegolf profesional.

Bagi seorang pemain golf profesional, selalu memimpikan untuk bisa mendapatkan hole in one yaitu memasukkan bola dari teeing ground ke lubang dalam satu kali pukulan. Biasanya hole in one hanya terjadi pada hole ber-par 3. Untuk itu diperlukan teknik memukul yang baik dan stik golf (club) yang baik.

Ada tiga tipe stik golf (club) yaitu: wood, iron, dan putter. Wedge adalah iron yang digunakan untuk memukul pada jarak yang pendek. Wood digunakan untuk memukul jarak yang sangat jauh. Sedangkan iron pada jarak menengah. Putter hampir selalu digunakan untuk melakukan pukulan di atas green.

Harga stick golf (club) ini tidaklah murah, mulai ratusan ribu sampai puluhan juta. Tetapi tetap saja orang membeli stick ini walaupun dia telah memilikinya?
Kenapa?
Karena dia menilai bahwa setiap kegagalan pada pukulannya adalah kesalahan dari stick golf (club) nya, bukan karena kesalahan perhitungan matematikanya dan gerakan pukulan tangannya.  Sehingga ia akan tetap membeli dan membeli stick golf yang baru yang menurutnya akan meningkatkan performa pukulannya.

* * * * *
F L A S H B A C K

Pernah mendengar pepatah, buruk rupa cermin dibelah ?

Pada dasarnya manusia mempunyai kecenderungan untuk menilai dirinya sendiri lebih baik dari yang lainnya, merasa dirinya yang paling benar, merasa dirinya paling mampu, dan lain sebagainya. Sangat jarang yang bisa memberikan penilaian yang obyektif terhadap dirinya sendiri.

Kesalahan penilaian atas diri sendiri bisa berakibat penderitaan yang berkepanjangan baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Seorang suami yang salah menilai dirinya selalu menyalahkan istrinya yang sudah mati-matian memperjuangkan dan mempertahankan kehidupan keluarganya.

Seorang pimpinan yang salah menilai dirinya selalu menyalahkan dan tidak bisa menerima hasil pekerjaan yang dikerjakan oleh bawahannya.

Seorang tokoh masyarakat atau agama yang salah menilai dirinya akan membawa ketidak tenteraman bagi umat dan lingkungannya.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita menilai diri kita dengan benar atau salah?

Mari sama-sama merenungkannya.

-kie-
12-06-2011
(pepenget untuk selalu obyektif dalam menilai diri sendiri)

Oleh: kiesaputra | Sabtu, 18 Juni, 2011

Mahalnya Sebuah Kejujuran

“Sing jujur ajur”
(Yang jujur akan hancur)

Mungkin kita tidak asing mendengarkan ungkapan seperti ini, ataukah ungkapan ini benar-benar sudah meresap ke bawah sadar kita sehingga meng-kristal dan menyeruak untuk mempertahankan diri supaya tidak hancur yang harus menjadi tidak jujur (berbuat culas, curang).

Kesadaran komunal tentang ungkapan diatas akan sangat mebahayakan keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara serta hidup bermasyarakat, karena barang siapa yang berusaha bersikap jujur akan dihancurkan oleh orang-orang disekitarnya.

Lihat saja seorang siswa SD Gadel di Surabaya bersama orang tuanya yang ingin menjunjung tinggi sikap dan perilaku jujur akhirnya terpaksa harus mengungsi karena dikecam dan diancam oleh orang tua murid teman sekolah nya yang notabene juga tetangganya. Si IBU yang berusaha mengangkat dan mengajarkan kejujuran kepada anaknya dan mengangkat masalah contek masal malah dihakimi oleh orang tua murid lainnya. Luar biasa!

Akhir-akhir ini kita mendengar kesaksian dari seorang IBU Wa Ode anggota Badang Anggaran DPR yang dalam suatu acara di TV, ibu Wa Ode menyebutkan bahwa terdapat permasalahan mafia anggaran yang dijumpai di Badan Anggaran DPR. Namun malah rame-rame beliau ini dikecam dan dilaporkan ke Dewan Kehormatan oleh Ketua DPR. Aneh bin ajaib!

Hal ini cukup memberikan gambaran bahwa kalau mau bertindak dan mengangkat kejujuran di negeri ini, orang kan berpikir berkali-kali mengingat resiko yang akan ditanggungnya. Negara yang aneh !

Ketidak jujuran sudah menjadi barang umum dan bukan rahasia lagi, kejujuran menjadi barang dan perilaku langka di negeri ini. Ketidak jujuran sudah dilakukan secara terang-terangan, orang sudah tidak merasa malu lagi untuk bertindak tidak jujur, orang merasa tidak malu lagi untuk melakukan kecurangan dan keculasan. Celakanya ketidak jujuran, kecurangan, keculasan sudah merata di berbagai lapiran, mulai lapisan kelas bawah, kelas setengah menengah, kelas menengah, kelas setengah menengah atas, dan kelas atas. Semua lapisan sudah terkontaminasi, sehingga kalau ada yang meneriakkan dan mengangkat kejujuran, seolah-olah dengan serentak dia menjadi ‘public enemy’.
* * * * *
Sing Jujur

Masio tolah-toleh,
Sing penting jujur,
Masio mekekah-mekekeh,
Sing penting jujur.

Masio mondag-mandeg,
Sing penting jujur,
Masio gojag-gajeg,
Sing penting jujur.

Masio mlarat,
Sing penting jujur,
Masio sekarat,
Sing penting jujur.

Masio isik bocah,
Sing penting jujur,
Masio iso polah,
Sing penting jujur.

Percuma pangkat nek ora jujur,
Percuma duwe kuwasa nek ora jujur,
Percuma ketok alim nek ora jujur,
Percuma loman nek ora jujur.

Percuma nggantheng nek ora jujur,
Percuma ayu nek ora jujur,
Percuma nganggo jubah nek ora jujur,
Percuma ibadahe mempeng nek ora jujur.

Jujur … jujur … jujur …. sing penting jujur.

-kie-
18/06/2011
pepenget marang diri pribadi supaya tansah jujur)

Oleh: kiesaputra | Selasa, 22 Februari, 2011

Ditengah hajaran dan teguran …

Kita merasa ‘lelah’ atas terpaan berbagai bencana yang menimpa negara bangsa kita akhir2 ini, yang terjadi begitu beruntun, bahkan saling berhimpitan waktunya. Kita ambil saja mulai dari banjir bandang Wasior, tsunami Melawai, wedus gembel merapi, sekarang lahar dingin merapai, letusan bromo beserta lahar dinginnya ….

Disisi lain harga beras naik, cabai naik, harga-harga semakin tak terjangkau bagi sebagian besar rakyat … nasi aking dan tiwul mulai populer lagi. Kehidupan menjadi semakin keras, semakin berat!

Dari negeri seberang, derita TKI seakan tak berkesudahan. Penyiksaan demi penyiksaan, pelarian, terlunta lunta di bawah jembatan di negeri unta.

Mereka yang punya jabatan dan posisi, melupakan amanat penderitaan rakyat dan para pejuang pendahulu. Mereka sibuk mengatur kuda-kuda untuk menyelamatkan diri, menumpuk hara atau mengatur strategi untuk merebut kekuasaan pada pemilu mendatang. Jeritan rakyat korban bencana, korban kebijakan dan korban majikan tidak terdengar sampai ke dalam nurani, hanya terdengar sayup-sayup yang meninabobokan.

Padahal, dinegara ini tempat beribadah bertebaran …

Pada jam-jam dan hari-hari peribadatan begitu penuh sesak orang terlihat beribadah kepasa Engkau ya Tuhan …. tetapi dengan tingkah laku jahiliyah yang terlihat saat ini seakan mengejek dan menistakanMu. Ibadah hanya lebih pada ibadah lahiriah, nurani dan rohaninya tidak terlibat. Berapa lama lagi bangsa ini menista Engkau Tuhan ? Berapa lama lagi bangsa ini memberontak kepada Engkau Tuhan ?

Tuhan, kenapa Engkau seakan diam terpaku? Kenapa doa para orang yang teraniaya seakan tidak sampai kepada Mu? Sudah bosankah Engkau menjawab doa-doa mereka, sudah kah Engkau tidak peduli kepada kami lagi ?

*********

Ada kalanya Tuhan menebarkan kasihnya kepada kita tidak dengan hal-hal yang menyenangkan, tetapi berupa teguran dan hajaran keras, namun semuanya pasti mendatangkan kebaikan bagi kita.

Bangsa ini tengah dihajar dan ditegur dengan keras, namun tergantung dari kita semua apakah kita dapat menerima dan menghayati teguran keras ini sebagai upaya untuk ‘mendidik’ kita atau kita tetap menjadi orang-orang yang cengeng, manja, mengasihani diri sendiri, mengeluh, menggerutu, tidak menyadari kesalahan dan tiada peduli kepada sesamanya? Semua tergantung dari kita sendiri…

BILA SEDANG DIDIDIK TUHAN, JANGAN SEKALI-KALI MEMBERONTAK. BELIAU TAHU YANG TERBAIK BAGI KITA….

Referensi:
*) “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11

*) Bilangan 14:11 TUHAN berfirman kepada Musa: “Berapa lama lagi bangsa ini menista Aku, dan berapa lama lagi mereka tidak mau percaya kepada-Ku, sekalipun sudah ada segala tanda mujizat yang Kulakukan di tengah-tengah mereka!

*) Amsal 3:11 Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya.

Oleh: kiesaputra | Kamis, 9 Oktober, 2008

Rinduku kepada Ibu

Kala ku turun dari surga ke dunia ini,

Ku berdiam di surga kecil dalam perut ibuku, dimana detak jantung pertama yang kudengan adalah detak jantung ibuku. Desir aliran darah pertama yang kurasakan adalah desiran aliran darahibuku. Desah napas pertama yang kudengar adalah desah napas ibuku. Belaian kasih pertama yang kurasakan adalah belaian kasih ibuku.

Kala ku keluar dari surga kecil di perut ibuku kedunia ini,

Kasih Ibuku sepanjang hidupku

Kasih Ibuku sepanjang hidupku

Yang kudengar adalah rintihan kesakitan ibuku, kurasakan perjuangan hebat ibuku menghantar kehadiranku ke dunia nyata.  Kemudian kurasakan kelembutan payudara ibu yang memberiku sumber makanan pertamaku.  Kurasakan kehangatan belaian tangan halusnya, kehangatan dekapan seorang ibu.

Kala bulan-bulan pertama dalam kehidupanku didunia ini,

Ibuku sering bangun malam hari, karena aku minta disusui. Ibuku menggendongku memberikan penghiburan dan kehangatan da

lam dekapan. Ibukuku mengganti popok ku yang sering basah karena aku mengompol. Tiada kenal siang atau malam, ibuku melindingiku setiap waktu.

Kala ku tumbuh berkembang dan menjadi dewasa, Ibuku selalu mengawasi, memberikan doa dan restunya agar selalu selamat dalam setiap langkah kehidupanku.

Kini, ibuku telah lama tiada, namun kehadirannya masih terasa. Halus dan hangatnya belaian kasihnya masih dapat kurasakan setiap saat.

Ibu, Engkaulah malaikat Tuhan yang nampak yang dikirimkan Tuhan bagiku. Aku yakin, walau sekarang Engkau tidak nampak lagi, tetapi spirit dan kasih sayangmu masih bersamaku selalu.

Terima kasih Ibu, terima kasih Tuhan.

Dari anakmu yang merindukanmu.

Oleh: kiesaputra | Kamis, 31 Juli, 2008

Iman, Harapan dan Kasih

Pengalaman kehidupan dan pengalaman spiritual tidaklah bisa diceritakan atau diturunkan, tetapi harus dijalani sendiri oleh yang bersangkutan.  Sehingga satu orang yang lain tidaklah tepat untuk memberikan penghakiman (judgement) akan pengalaman kehidupan dan spiritual seseorang yang lainnya, karena pengalaman kehidupan dan pengalaman spiritual setiap orang adalah unik, seperti uniknya Tuhan menciptakan setiap orang di dunia ini, TIDAK ADA YANG SAMA.

Suatu sore temanku datang kerumah, seperti biasanya kami ngobrol mulai dari bisnis MLM yang ditawarkan kepadaku sampai pada hal-hal lain yang sedikit menyerempet pada keyakinan dan pengalaman hidup masing-masing.

Temanku bilang, ” Pak, aku lihat kehidupan sampeyan sekarang ini rasanya nggak masuk akal bagiku, kok  sampeyan masih bisa bertahan dalam kondisi seperti ini. Dulu pendapat rutin yang “cukup” masuk setiap bulan, sekarang…….? Tapi herannya sampeyan juga masih bisa makan, anak anak juga masih sekolah disekolah swasta yang ‘bisa dibanggakan’ dengan SPP yang nggak bisa dikatakan murah juga.  Nggak masuk akal…nggak masuk akal…, piye…piye…?”

Hmm… pertama-tama saya megucapkan syukur dan terima kasih kepada Tuhan yang telah memberi saya kesempatan untuk menjalani “pelajaran” yang sangat berharga ini, dimana dalam fase pelajaran ini saya baru benar-benar bisa merasakan keindahan rahmat Tuhan.  Di dalam kekurangan finansial setelah didera berbagai “mata pelajaran” sehingga sampai seperti saat ini, saya merasakan kekayaan batin yang berlimpah ruah…dan nikmatnya kebersamaan bersama Tuhan seperti anggur yang memabukkan. LUAR BIASA, nggak bisa dilukiskan dalam kata-kata…

Disaat dahulu dimana tersedia material dan finansial yang “cukup”, apa yang ku inginkan atau yang diinginkan anak dan istriku rasanya hampir pasti bisa kupenuhi, namun jujur saja saat itu aku nggak menerima kekayaan batin seperti yang kuterima saat ini. Padahal dulu juga rajin ke tempat ibadah lho 🙂 Nah, yang luar biasa, pelajaran ini sungguh menggatakan bahwa disaat kita merengkuh yang satu, pastilah merenggangkan rengkuhan yang lainnya. Disaat kita rengkuh kejayaan financial, jasmaniah dan keduniawian kita , terlupakanlah / kendorlah akan pencapaian kekayaan spiritual kita.

Kembali kepada pertanyaan temanku diatas, saya sampaikan bahwa aku hidup bukan saja dari akal, jadi kalau hidupku dipikirkan secara akal saja, maka pastilah nggak masuk di akal.  Tetapi ada Iman, harapan dan kasih yang menyelubungi dan terpaut satu sama lain yang saling menguatkan.

Iman, aku berkeyakinan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, jadi kenapa harus kuatir?

Harapan, aku menambatkan harapan yang dalam kepada Tuhan dengan penuh keyakinan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, jadi kenapa harus kuatir?

Kasih, kasih adalah perbuatan, perbuatan yang didasarkan pada Harapan dan Iman bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, jadi kenapa harus kuatir?

Pengalaman kehidupan dan pengalaman spiritual tidaklah bisa diceritakan atau diturunkan, tetapi harus dijalani sendiri oleh yang bersangkutan.  Sehingga satu orang yang lain tidaklah tepat untuk memberikan penghakiman (judgement) akan pengalaman kehidupan dan spiritual seseorang yang lainnya, karena pengalaman kehidupan dan pengalaman spiritual setiap orang adalah unik, seperti uniknya Tuhan menciptakan setiap orang di dunia ini, TIDAK ADA YANG SAMA…LUAR BIASA!

Menurut saya, bila kita membicarakan masalah hidup dan kehidupan, hal-hal yang bersifat pengalaman dan spiritualitas, sebaiknya kita lepaskan atribut dan keterikatan kita kepada akal… sebaiknya bersandar pada Iman, Harapan dan KASIH.

Diantara ketiganya (Iman, Harapan dan Kasih), KASIH lah yang terbesar.  Karena Allah sendirilah KASIH itu. Siapa yang berani merasa lebih besar dari Allah?

Bila kita mempunyai ketiga hal diatas, apakah kita masih perlu merasa kuatir?

Oleh: kiesaputra | Kamis, 24 Juli, 2008

Anakmu bukanlah dirimu

Memperingat Hari Anak Nasional 2008 ini, ada baiknya sebagai orang tua kita renungkan kata-kata dari seorang Sufi tersohor, Kahlil Gibran.

Anakmu bukanlah milikmu

Amanat bagi orang tua

Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu.

Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri.

Mereka terlahir melalui engkau tapi bukan darimu.

Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu.

( Kahlil Gibran – http://kahlil-gibran.cn/Content/khalil.asp)

Terkadang kita tidak sadar dan menganggap bahwa semua yang ada di dalam rumah kita adalah milik kita, kita terikat akan semua yang ada di dalam rumah kita. Meja, kursi, lemari, televisi, kulkas, motor, mobil dan bahkan sering pula kita mengklaim bahwa anak-anak kita adalah milik kita, yang harus mengikuti segala kehendak kita. Anak-anak harus menurut 100% tanpa ampun, tentunya tujuan kita adalah demi kebaikan dan keselamatan mereka. Sering kita menjadi otoriter dalam mendidik dan mengembangkan anak, seolah-olah anak-anak adalah suatu obyek yang tidak mempunyai pemikiran dan kehidupannya sendiri. Kita sering lupa!

Fakta yang ada bahwa kita tidak pernah tahu seorang anak akan menjadi apa di masa mendatang, tetapi kita tahu bahwa apa yang dapat kita lakukan demi perkembangan mereka.

Sering kita merampas hak anak untuk bermain – karena dunia anak identik dengan bermain – dengan membebani mereka dengan berbagai macam jenis les yang menyita waktu bermain mereka. Harapan kita kita akan menjadikan mereka orang yang seba bisa, serba mampu dan yang paling penting tidak memalukan keluarga! Anak menjadi korban ambisi orang tuanya!

Ada banyak sekali contoh yang menurut saya merampas kebebasan anak-anak untuk berkembang melalui tahap-tahap yang seharusnya, silakan direnungkan dan direnungkan lagi…

Harapan saya, biarlah anak-anak memiliki dan menjadi dirinya sendiri. Kita sebagai orang tua sebagai pendamping dan pengaman yang bijaksana.

Mari kita cari sendiri formulasi yang paling pas dan paling cocok untuk anak-anak kita, karena mereka masing-masing unik adanya.

Semoga. . .

Oleh: kiesaputra | Kamis, 24 Juli, 2008

Bebaskan dengan cinta

Ketakutan adalah hal terbesar yang harus hilang dari muka bumi ini, hilang dari kehidupan kita semua. Karena ketakutan itu menjauhkan, menghancurkan, tidak memberikan kita peluang untuk mencoba. Ketakutan itu mengancam suatu pencapaian!

Sore tadi habis magrib saya meluncur ke rumah teman senior di kawasan Kedurus Sawah Gede Surabaya untuk memenuhi janji saya membantu memeriksa software anti virus nya yang nggak mau beroperasi dengan baik. Eh.. ndilalah, dah ada juga teman senior lainnya yang lagi berkunjung juga. Setelah otak-atik komputernya, kemudian kami berempat duduk duduk santai sambil ngobrol.

Ngobrol ngalor-ngidul seperti biasanya tetapi topik tetap seputar pemberdayaan dan pengembangan kesadaran. Yah maklum yang ngumpul kan dah senior-senior he he he, apalagi beliau beliau itu para master di bidang Reiki Kundalini dan Shamballa MDH, jadi diskusinya ngggak jauh dari sekitar hal-hal berbau spiritual gitu deh… saya aja yang masih junior bisa nya cuma tolah..toleh 🙂

Saya lemparkan pertanyaan ” Apakah benar kita harus takut sama Tuhan?”

Ada ilustrasi perasaan negatif begini, kalau kita takut naik sepeda, maka kita tidak akan belajar naik sepeda. Kalau kita takut berbuat kesalahan, maka kita tidak akan pernah mencoba. Kalau takut sama listrik, kita nggak akan jadi tukang listrik. Kalau kita takut sama ayah yang galak, maka kita akan berusaha menghindari nya. Kalau kita takut akan Tuhan, apakah kita akan mendekatinya?????

Bandingkan dengan ilustrasi perasaan positif ini, kalau saya suka naik sepeda, maka saya akan berusaha agar bisa segera mengendarainya sendiri. Kalau saya menyukai hal-hal baru, maka saya selalu mencoba hal-hal baru. Kalau saya suka dengan kedasyatan energi listrik, maka saya akan bereksperimen dengan listrik sedemikian rupa. Kalau saya suka sama ayahku, maka saya akan selalu merasa aman dan nyaman berada di dekat beliau. Kalau saya senang bersama Tuhan, maka saya …. akan PATUH pada-Nya!

Bukankah demikian? bebaskan ketakutan dengan kekuatan cinta, dengan perasaan-perasaan yang positif. Patuhlah pada Tuhan, jangan engkau Takut!

JADILAH BERANI ! BERANI UNTUK BEBAS DARI KETAKUTAN. BEBASKAN DIRI DENGAN KEKUATAN CINTA.

Semoga….

Oleh: kiesaputra | Kamis, 24 Juli, 2008

Kekuatan Cinta . . .

Tulisan dibawah ini bukanlah tulisan original dari saya, tetapi saya merasa tersentuh, juga meneruskan amanat dari teman untuk menyebarluaskan semangat cinta yang patut untuk direnungkan ini.

Semoga kisah nyata ini memberikan siraman bagi jiwa kita. Saya mengucapkan syukur mendapat kesempatan untuk membaca dan merenungkan isinya, semoga Anda juga!

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua.. mereka menikah sudah lebih 32 tahun.

Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi. Setiap hari Pak Suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.

Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha Pak Suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari ke empat anak Suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk Ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan Ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu … semua anaknya berhasil.

Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata “Pak kami ingin sekali merawat Ibu semenjak kami kecil melihat Bapak merawat Ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir Bapak. … bahkan Bapak tidak ijinkan kami menjaga Ibu”. dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya “sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan Bapak menikah lagi, kami rasa Ibupun akan mengijinkannya, kapan Bapak menikmati masa tua Bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat Bapak, kami janji kami akan merawat Ibu sebaik-baik secara bergantian …” Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak2 mereka.”Anak2ku … Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin Bapak akan menikah … tapi ketahuilah dengan adanya Ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian … sejenak kerongkongannya tersekat … kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun.

Coba kalian tanya Ibumu apakah dia menginginkan keadaannya seperti ini? Kalian menginginkan Bapak bahagia, apakah batin Bapak bisa bahagia meninggalkan Ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan Bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan Ibumu yg masih sakit.”

Sejenak meledaklah tangis anak2 Pak Suyatno merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata Ibu Suyatno … dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu..

Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat sendiri Istrinya yg sudah tidak bisa apa2.. disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru disitulah Pak Suyatno bercerita.

“Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi (memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya mencintai saya dengan hati dan batinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yang lucu2 …

Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama … dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit…”

PESAN DARI TEMAN YANG MEMBERIKAN CERITA INI KEPADA SAYA:

BILA ANDA MERASA BAHAN RENUNGAN INI SANGAT BERMANFAAT BAGI ANDA DAN BAGI ORANG LAIN, MOHON KIRIM KE TEMAN, FAMILY DAN KERABAT ANDA LAINNYA SEMOGA BERMANFAAT

Oleh: kiesaputra | Selasa, 20 Mei, 2008

Indonesia, Bangkitlah !

Di saat memperingati 100 th Kebangkitan Nasional ini, melihat kondisi negeriku tercinta yang carut marut ini, namun ku tetap bangga sebagai anak negeri.

Kepada negeri ku tercinta dan kepada anak-anak negeri yang masih bangga sebagai anak negeri, kupersembahkan sebuah lagu ciptaan Ibu Sud.

Mari Bangkit menuju Indonesia MAKMUR, menjadi Negeri yang GEMAH RIPAH LOH JINAWI, PASTI BISA !!!

Tanah Airku

Karangan / Ciptaan : Ibu Sud

Tanah airku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidak kan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai

Walaupun banyak negri kujalani
Yang masyhur permai dikata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Di sanalah kurasa senang

Tanahku tak kulupakan

Engkau kubanggakan

— *** —

Older Posts »

Kategori