Memperingat Hari Anak Nasional 2008 ini, ada baiknya sebagai orang tua kita renungkan kata-kata dari seorang Sufi tersohor, Kahlil Gibran.
Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu.
Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri.
Mereka terlahir melalui engkau tapi bukan darimu.
Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu.
( Kahlil Gibran – http://kahlil-gibran.cn/Content/khalil.asp)
Terkadang kita tidak sadar dan menganggap bahwa semua yang ada di dalam rumah kita adalah milik kita, kita terikat akan semua yang ada di dalam rumah kita. Meja, kursi, lemari, televisi, kulkas, motor, mobil dan bahkan sering pula kita mengklaim bahwa anak-anak kita adalah milik kita, yang harus mengikuti segala kehendak kita. Anak-anak harus menurut 100% tanpa ampun, tentunya tujuan kita adalah demi kebaikan dan keselamatan mereka. Sering kita menjadi otoriter dalam mendidik dan mengembangkan anak, seolah-olah anak-anak adalah suatu obyek yang tidak mempunyai pemikiran dan kehidupannya sendiri. Kita sering lupa!
Fakta yang ada bahwa kita tidak pernah tahu seorang anak akan menjadi apa di masa mendatang, tetapi kita tahu bahwa apa yang dapat kita lakukan demi perkembangan mereka.
Sering kita merampas hak anak untuk bermain – karena dunia anak identik dengan bermain – dengan membebani mereka dengan berbagai macam jenis les yang menyita waktu bermain mereka. Harapan kita kita akan menjadikan mereka orang yang seba bisa, serba mampu dan yang paling penting tidak memalukan keluarga! Anak menjadi korban ambisi orang tuanya!
Ada banyak sekali contoh yang menurut saya merampas kebebasan anak-anak untuk berkembang melalui tahap-tahap yang seharusnya, silakan direnungkan dan direnungkan lagi…
Harapan saya, biarlah anak-anak memiliki dan menjadi dirinya sendiri. Kita sebagai orang tua sebagai pendamping dan pengaman yang bijaksana.
Mari kita cari sendiri formulasi yang paling pas dan paling cocok untuk anak-anak kita, karena mereka masing-masing unik adanya.
Semoga. . .

enggak papa kok
tapi uangmu adalah uangku
salam kenal
Oleh: Gelandangan on Selasa, 29 Juli, 2008
at 2:12 am
Salam kenal kembali mas Gel
Oleh: kiesaputra on Kamis, 31 Juli, 2008
at 9:43 pm