Oleh: kiesaputra | Rabu, 7 Mei, 2008

Buat alasan untuk Tuhan yuk …

Sering saya merenungkan bahwa Tuhan pasti telah menyediakan lebih daripada cukup segala kebutuhan yang kita butuhkan dalan hidup ini. Tetapi kenapa masih saja terjadi kekurangan dan kemiskinan disana sini? Apa yang salah dengan semuanya ini?

Satu setengah tahun yang lalu seorang teman yang masih muda datang pada saya menceritakan rencananya untuk membuka usaha sewa DVD/VCD Original, tetapi dalam hati dan pikirannya merasa tidak enak, karena nanti pasti akan menyaingi usaha tetangga sebelahnya yang telah menyewakan DVD/VCD Original terlebih dulu. Sementara teman muda ini ingin sekali keluar dari kungkungan pekerjaanya sebagai sopir taksi yang telah digeluti selama ini dirasakan kurang memberinya ruang gerak yang leluasa untuk mengembangkan pendapatannya.

Pada waktu itu saya sampaikan kepada beliau hal begini, “Mas sampeyan pernah ke pasar ?”.

“Ya pernah to Om”, katanya sambil tersenyum

“Disamping kiri dan kanan salah satu penjual buah, ada penjual apa mas?, tanya saya

“Ya penjual buah”, jawabnya

“Ada berapa di sebelah kiri dan berapa di sebelah kanannya?”, lanjut saya

“Wah nggak tahu Om, yang jelas banyak”,jawabnya. “Ya..ya..ya Om, saya tahu maksudnya”, sahutnya kemudian.

“Ya, mas. Meskipun mereka berjejer jejer menjual buah, tapi masing-masing tetap ada yang membeli kan?”, tanya saya.

“Nah kenapa ragu? Tugas kita kan membuatkan alasan (baca: sarana) bagi Sang Pemberi Rejeki agar dapat menyalurkan rejekiNya kepada kita masing masing to”, timpal saya

Sekarang, bermula dari usaha sewa DVD/VCD nya berkembang ke usaha Sewa Mobil dan akan berkembang ke Travel dan tiketing, sekarang juga telah merambah dan bertambah lagi ke usaha MPG (Multi Player Game) online.

Sudahkah kita membuatkan “sesuatu” agar Tuhan punya alasan (baca: sarana) untuk menyalurkan rejekinya kepada kita ?

Kunjungi Link yang dirujuk dalam tulisan ini:


Beri tanggapan

Your response:

Kategori