Beberapa hari terakhir ini suhu udara di kota Surabaya sangatlah panas, lebih-lebih pada siang hari. Fuuuiiiiihhh….. panas sekali!
Tadi siang setelah berkeliling ke pasar keputran karena ada suatu keperluan, badan rasanya gerah sekali, mata terasa pedih karena silau dan panas. Dalam benak saya langsung tebersit bayangan alangkah nikmatnya kalau saat seperti ini beristirahat di Taman Bungkul, sebuah taman lama yang telah direnovasi oleh Pemkot Surabaya untuk memberikan fasilitas bagi warga kota untuk menikmati keindahan dan tentunya juga untuk fasilitas rekreasi.

Jujur, kita harus berterima kasih ke Pemkot, terutama karena sentuhan tangan dingin
Ibu Tri Risma sebagai pemegang kendali dinas pertamanan pada waktu itu. Terima kasih Ibu … dan semoga akan dibangun lebih banyak taman lagi di kota ini….
Sesampai di Taman Bungkul, saya ambil botol air mineral dari bawah jok sepeda motor saya. Memang luar biasa nikmat dan nyaman benar menikmati tegukan demi tegukan minum air mineral di siang yang panas hari ini sambil menikmati teduh rindangnya pepohonan yang dipelihara dan ditata dengan apik.
Sambil menikmati hembusan angin sepoi-sepoi ingatan saya melayang terbawa kedalam suatu kesadaran
bahwa saya pernah membangun sebuah taman yang indah, yang tertata rapi dengan suasana yang nyaman sesuai dengan yang saya inginkan, dimana dulu saya sering sekali bahkan hampir setiap saat dapat saya datangi tanpa harus bergeser dari tempat dimana saya berada. Namun karena satu dan banyak hal lain, beberapa saat terakhir ini hampir tidak pernah saya sambangi lagi taman tersebut ….. yaitu taman hati dan pikiran saya ….
Dulu, biasanya bila saya mengalami hal hal yang menyesakkan, beban berat, letih lesu dengan leluasa saya
pejamkan mata sejenak untuk menuju kedalam taman tersebut, untuk menikmatinya dan men-charge daya hidup dan energi saya.
… Karena waktu untuk menjemput Andrei, anak terkecil saya telah tiba, maka dengan segera saya tinggalkan Taman Bungkul dan menuju sekolah Andrei.
Sesampai dirumah, setelah berkemas sedikit, langsung saya ambil posisi yang nyaman, dengan diiringi oleh instrumen karya sang maestro Kitaro saya kembali mengunjungi taman hati dan pikiran saya. Saya bermain, melompat, dan sepuasnya melampiaskan kerinduan saya dengan kursi taman yang terletak dibawah rindangnya pohon sambil melihat aneka warna bunga yang sedang mekar mewangi. Saya bergembira ria sepuasnya dan bersyukur dapat kembali mengunjungi taman hati dan pikiran saya tersebut.
Terbersit dalam benak saya, seandainya setiap kita, mau untuk membangun taman hati dan pikiran masing-masing, kemungkin hanya ada damai di bumi ini! Karena setiap kesesakan dapat segera diatasi dengan menikmati taman masing-masing sehingga yang terbawa dan terpancar keluar adalah damai…damai..dan…damai….adanya.
Bukankah begitu?
Doa:
Terima kasih Tuhan telah Kau berikan panas yang terik siang ini, sehingga saya bisa menikmati teduh dan rindangnya tanaman yang Engkau hidupi di Taman Bungkul, yang dikelola oleh tangan-tangan dingin mereka yang Engkau tunjuk untuk merawatnya. Berkatilah mereka, berkatilah keluarga mereka dan berkatilah orang-orang disekeliling mereka.
Terima kasih juga Tuhan atas Keupeliharanya taman hati dan pikiran saya untuk terus tumbuh dan berkembang, semoga Engkau juga memelihara taman-taman dari teman, saudara, dan siapa saja yang mengunjungi tulisan ini.
Amin
Terima kasih Tuhan