Kala ku turun dari surga ke dunia ini,
Ku berdiam di surga kecil dalam perut ibuku, dimana detak jantung pertama yang kudengan adalah detak jantung ibuku. Desir aliran darah pertama yang kurasakan adalah desiran aliran darahibuku. Desah napas pertama yang kudengar adalah desah napas ibuku. Belaian kasih pertama yang kurasakan adalah belaian kasih ibuku.
Kala ku keluar dari surga kecil di perut ibuku kedunia ini,
Yang kudengar adalah rintihan kesakitan ibuku, kurasakan perjuangan hebat ibuku menghantar kehadiranku ke dunia nyata. Kemudian kurasakan kelembutan payudara ibu yang memberiku sumber makanan pertamaku. Kurasakan kehangatan belaian tangan halusnya, kehangatan dekapan seorang ibu.
Kala bulan-bulan pertama dalam kehidupanku didunia ini,
Ibuku sering bangun malam hari, karena aku minta disusui. Ibuku menggendongku memberikan penghiburan dan kehangatan da
lam dekapan. Ibukuku mengganti popok ku yang sering basah karena aku mengompol. Tiada kenal siang atau malam, ibuku melindingiku setiap waktu.
Kala ku tumbuh berkembang dan menjadi dewasa, Ibuku selalu mengawasi, memberikan doa dan restunya agar selalu selamat dalam setiap langkah kehidupanku.
Kini, ibuku telah lama tiada, namun kehadirannya masih terasa. Halus dan hangatnya belaian kasihnya masih dapat kurasakan setiap saat.
Ibu, Engkaulah malaikat Tuhan yang nampak yang dikirimkan Tuhan bagiku. Aku yakin, walau sekarang Engkau tidak nampak lagi, tetapi spirit dan kasih sayangmu masih bersamaku selalu.
Terima kasih Ibu, terima kasih Tuhan.
Dari anakmu yang merindukanmu.



Suatu sore temanku datang kerumah, seperti biasanya kami ngobrol mulai dari bisnis MLM yang ditawarkan kepadaku sampai pada hal-hal lain yang sedikit menyerempet pada keyakinan dan pengalaman hidup masing-masing.




