Oleh: kiesaputra | Sabtu, 18 Juni, 2011

Simpati untuk Dora

Dora Indriyanti Tri Murni (25) adalah seorang mahasiswi semester VI Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta, Padang.

Namun sejak Ibu kandungnya meninggal dunia Pemegang sabuk hitam taekwondo ini terpaksa kerja serabutan untuk membiayai sekolah adik-adiknya dan biaya kuliahnya di Universitas Bung Hatta. Dora bekerja sebagai Satpam dan petugas kebersihan untuk membantu biaya pendidikan kedua adiknya Dwi Indosi Novia Timurni (23) dan Doni Nofitra Adi Putra (17) .

Dora juga mencari nafkah sebagai tukang ojek dan mengubah penampilannya seperti laki-laki untuk menghindari orang-orang yang mau berbuat iseng dan jahat.

“Saya mengojek, menjadi satpam, dan cleaning service, saya hanya tidur dua jam dalam sehari,” ujar Dora

Dora menceritakan, pendarahan akan terjadi saat ia kelelahan dan terlalu banyak berpikir. Sudah dua tahun ia menderita penyakit yang tak diketahui sebabnya. Sakit yang ia derita tak hanya membuatnya tak bisa kuliah, tapi juga tak bisa bekerja.

* * * * *

I N C O N T R A R Y

Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Nunun Nurbaeti sebagai tersangka kasus dugaan suap dalam pemilihan deputi gubernur senior Bank Indonesia periode 2004 yang memenangkan Miranda Goeltom.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengejar istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun itu. Selama ini, Nunun dikabarkan berada di Singapura untuk menjalani pengobatan. Katanya, Nunun menderita penyakit lupa alias amnesia.

Busyro mengatakan, KPK sangat berharap keluarga besar Nunun Nurbaeti Daradjatun bisa bekerja sama dengan KPK terkait keberadaannya. “Kita malah berharap, mudah-mudah nanti bisa ketemu syukur-syukur sekali keluarganya bisa mem-back up supaya nanti Bu Nunun dengan jiwa besar bisa datang ke kita. Jadi begini, kalau memang tidak ada unsur-unsur yang tidak terpenuhi, ya ngak masalah kan,” kata Busyro

Alih-alih berjiwa besar, pihak keluarganya malah nggak mau memberitahukan keberadaannya. Seharusnya sebagai bekas Wakapolri dan masih sebagai anggota DPR mengetahui kalau menutupi seorang tersangka itu melawan hukum

* * * * *
S Y M P A T H Y for D O R A

Sama-sama perempuan tetapi bisa beda martabat.
Dora, engkau adalah wanita tangguh yang bermartabat.
Pejuanganmu untuk menghidupi dan menggangkat martabat keluarga.
Kau lakukan dengan perjuangan yang jujur mengorbankan jiwa raga.

Dora, semoga Allah berkehendak,
Menggerakkan mereka yang masih tergerak,
Membebaskanmu dari beban berat pundakmu,
Berupa sekuat tenanga membebaskanmu.

Hanya dukungan doa dan tulisan ini,
Yang aku bisa persembahkan padamu,
Semoga ini cukup berarti,
Wahai perempuan tangguh yang sedang pilu.

-kie-
10/06/2011
Didedikasikan untuk ketegaran dan perjuangan Dora Indriyanti Tri Murni

Semoga lekas sembuh dan sehat kembali.

Oleh: kiesaputra | Sabtu, 18 Juni, 2011

Burung Nazar si pemakan bangkai

Burung NAZAR atau Burung BANGKAI bukanlah masuk dalam golongan burung yang mempunyai nilai tinggi, tetapi merupakan burung pemakan bangkai dan binatang yang telah mati, baik secara alami maupun karena dibunuh (oleh mereka sendiri, hewan lain, atau manusia).

Burung NAZAR juga bukan burung yang mempunyai tampilan anggun dan menawan, tetapi karakteristik burung NAZAR adalah kepalanya yang botak, tidak ada bulu kecuali bulu halus.

Burung NAZAR juga bukan burung yang geman makan makanan yang sehat tetapi burung NAZAR jarang menyerang mangsa yang sehat, namun berkemungkinan untuk melukai, bahkan membunuh, mangsa yang sakit atau terluka.

Jika mangsanya terlalu besar untuk dimakan sendiri, umumnya mereka menunggu burung Nazar terbesar untuk selesai makan terlebih dahulu.

Burung NAZAR juga bukan tipe burung yang ‘gentleman’, tidak jarang terjadi pertempuran yang melibatkan burung Nazar dalam jumlah besar.

Burung NAZAR juga termasuk burung yang sangat rakus, mereka akan berhenti makan hingga tembolok mereka terasa penuh.

Burung NAZAR juga termasuk burung yang sangat jorok, mereka tidak membawakan makanan untuk hering muda dengan cakar mereka, melainkan dengan tembolok mereka untuk dimuntahkan kembali. Hmmm…. menjijikkan sekali.

Sepertinya tidak ada nilai ‘positif’ dari keberadaan burung NAZAR ini, jangan-jangan burung ini adalah burung penghuni NERAKA yang dilepaskan di dunia.

Only God knows…..

ref: http://id.wikipedia.org/

-kie-
11/06/2011
(pepeling untuk tidak meniru sepak terjang dan sifat burung Nazar)

Oleh: kiesaputra | Sabtu, 18 Juni, 2011

Sulitnya Menjadi Obyektif

Pegolf profesional adalah pegolf yang menjadikan bermain golf sebagai pekerjaan. Pegolf profesional diperbolehkan menerima hadiah uang dalam sebuah turnamen profesional. Untuk menjadi pegolf profesional, seorang pegolf perlu mengikuti semacam kualifikasi. Setelah lulus kualifikasi inilah seorang pegolf dapat menyandang predikat pegolf profesional dan berhak memegang kartu tanda pegolf profesional.

Bagi seorang pemain golf profesional, selalu memimpikan untuk bisa mendapatkan hole in one yaitu memasukkan bola dari teeing ground ke lubang dalam satu kali pukulan. Biasanya hole in one hanya terjadi pada hole ber-par 3. Untuk itu diperlukan teknik memukul yang baik dan stik golf (club) yang baik.

Ada tiga tipe stik golf (club) yaitu: wood, iron, dan putter. Wedge adalah iron yang digunakan untuk memukul pada jarak yang pendek. Wood digunakan untuk memukul jarak yang sangat jauh. Sedangkan iron pada jarak menengah. Putter hampir selalu digunakan untuk melakukan pukulan di atas green.

Harga stick golf (club) ini tidaklah murah, mulai ratusan ribu sampai puluhan juta. Tetapi tetap saja orang membeli stick ini walaupun dia telah memilikinya?
Kenapa?
Karena dia menilai bahwa setiap kegagalan pada pukulannya adalah kesalahan dari stick golf (club) nya, bukan karena kesalahan perhitungan matematikanya dan gerakan pukulan tangannya.  Sehingga ia akan tetap membeli dan membeli stick golf yang baru yang menurutnya akan meningkatkan performa pukulannya.

* * * * *
F L A S H B A C K

Pernah mendengar pepatah, buruk rupa cermin dibelah ?

Pada dasarnya manusia mempunyai kecenderungan untuk menilai dirinya sendiri lebih baik dari yang lainnya, merasa dirinya yang paling benar, merasa dirinya paling mampu, dan lain sebagainya. Sangat jarang yang bisa memberikan penilaian yang obyektif terhadap dirinya sendiri.

Kesalahan penilaian atas diri sendiri bisa berakibat penderitaan yang berkepanjangan baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Seorang suami yang salah menilai dirinya selalu menyalahkan istrinya yang sudah mati-matian memperjuangkan dan mempertahankan kehidupan keluarganya.

Seorang pimpinan yang salah menilai dirinya selalu menyalahkan dan tidak bisa menerima hasil pekerjaan yang dikerjakan oleh bawahannya.

Seorang tokoh masyarakat atau agama yang salah menilai dirinya akan membawa ketidak tenteraman bagi umat dan lingkungannya.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita menilai diri kita dengan benar atau salah?

Mari sama-sama merenungkannya.

-kie-
12-06-2011
(pepenget untuk selalu obyektif dalam menilai diri sendiri)

Oleh: kiesaputra | Sabtu, 18 Juni, 2011

Mahalnya Sebuah Kejujuran

“Sing jujur ajur”
(Yang jujur akan hancur)

Mungkin kita tidak asing mendengarkan ungkapan seperti ini, ataukah ungkapan ini benar-benar sudah meresap ke bawah sadar kita sehingga meng-kristal dan menyeruak untuk mempertahankan diri supaya tidak hancur yang harus menjadi tidak jujur (berbuat culas, curang).

Kesadaran komunal tentang ungkapan diatas akan sangat mebahayakan keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara serta hidup bermasyarakat, karena barang siapa yang berusaha bersikap jujur akan dihancurkan oleh orang-orang disekitarnya.

Lihat saja seorang siswa SD Gadel di Surabaya bersama orang tuanya yang ingin menjunjung tinggi sikap dan perilaku jujur akhirnya terpaksa harus mengungsi karena dikecam dan diancam oleh orang tua murid teman sekolah nya yang notabene juga tetangganya. Si IBU yang berusaha mengangkat dan mengajarkan kejujuran kepada anaknya dan mengangkat masalah contek masal malah dihakimi oleh orang tua murid lainnya. Luar biasa!

Akhir-akhir ini kita mendengar kesaksian dari seorang IBU Wa Ode anggota Badang Anggaran DPR yang dalam suatu acara di TV, ibu Wa Ode menyebutkan bahwa terdapat permasalahan mafia anggaran yang dijumpai di Badan Anggaran DPR. Namun malah rame-rame beliau ini dikecam dan dilaporkan ke Dewan Kehormatan oleh Ketua DPR. Aneh bin ajaib!

Hal ini cukup memberikan gambaran bahwa kalau mau bertindak dan mengangkat kejujuran di negeri ini, orang kan berpikir berkali-kali mengingat resiko yang akan ditanggungnya. Negara yang aneh !

Ketidak jujuran sudah menjadi barang umum dan bukan rahasia lagi, kejujuran menjadi barang dan perilaku langka di negeri ini. Ketidak jujuran sudah dilakukan secara terang-terangan, orang sudah tidak merasa malu lagi untuk bertindak tidak jujur, orang merasa tidak malu lagi untuk melakukan kecurangan dan keculasan. Celakanya ketidak jujuran, kecurangan, keculasan sudah merata di berbagai lapiran, mulai lapisan kelas bawah, kelas setengah menengah, kelas menengah, kelas setengah menengah atas, dan kelas atas. Semua lapisan sudah terkontaminasi, sehingga kalau ada yang meneriakkan dan mengangkat kejujuran, seolah-olah dengan serentak dia menjadi ‘public enemy’.
* * * * *
Sing Jujur

Masio tolah-toleh,
Sing penting jujur,
Masio mekekah-mekekeh,
Sing penting jujur.

Masio mondag-mandeg,
Sing penting jujur,
Masio gojag-gajeg,
Sing penting jujur.

Masio mlarat,
Sing penting jujur,
Masio sekarat,
Sing penting jujur.

Masio isik bocah,
Sing penting jujur,
Masio iso polah,
Sing penting jujur.

Percuma pangkat nek ora jujur,
Percuma duwe kuwasa nek ora jujur,
Percuma ketok alim nek ora jujur,
Percuma loman nek ora jujur.

Percuma nggantheng nek ora jujur,
Percuma ayu nek ora jujur,
Percuma nganggo jubah nek ora jujur,
Percuma ibadahe mempeng nek ora jujur.

Jujur … jujur … jujur …. sing penting jujur.

-kie-
18/06/2011
pepenget marang diri pribadi supaya tansah jujur)

Oleh: kiesaputra | Selasa, 22 Februari, 2011

Ditengah hajaran dan teguran …

Kita merasa ‘lelah’ atas terpaan berbagai bencana yang menimpa negara bangsa kita akhir2 ini, yang terjadi begitu beruntun, bahkan saling berhimpitan waktunya. Kita ambil saja mulai dari banjir bandang Wasior, tsunami Melawai, wedus gembel merapi, sekarang lahar dingin merapai, letusan bromo beserta lahar dinginnya ….

Disisi lain harga beras naik, cabai naik, harga-harga semakin tak terjangkau bagi sebagian besar rakyat … nasi aking dan tiwul mulai populer lagi. Kehidupan menjadi semakin keras, semakin berat!

Dari negeri seberang, derita TKI seakan tak berkesudahan. Penyiksaan demi penyiksaan, pelarian, terlunta lunta di bawah jembatan di negeri unta.

Mereka yang punya jabatan dan posisi, melupakan amanat penderitaan rakyat dan para pejuang pendahulu. Mereka sibuk mengatur kuda-kuda untuk menyelamatkan diri, menumpuk hara atau mengatur strategi untuk merebut kekuasaan pada pemilu mendatang. Jeritan rakyat korban bencana, korban kebijakan dan korban majikan tidak terdengar sampai ke dalam nurani, hanya terdengar sayup-sayup yang meninabobokan.

Padahal, dinegara ini tempat beribadah bertebaran …

Pada jam-jam dan hari-hari peribadatan begitu penuh sesak orang terlihat beribadah kepasa Engkau ya Tuhan …. tetapi dengan tingkah laku jahiliyah yang terlihat saat ini seakan mengejek dan menistakanMu. Ibadah hanya lebih pada ibadah lahiriah, nurani dan rohaninya tidak terlibat. Berapa lama lagi bangsa ini menista Engkau Tuhan ? Berapa lama lagi bangsa ini memberontak kepada Engkau Tuhan ?

Tuhan, kenapa Engkau seakan diam terpaku? Kenapa doa para orang yang teraniaya seakan tidak sampai kepada Mu? Sudah bosankah Engkau menjawab doa-doa mereka, sudah kah Engkau tidak peduli kepada kami lagi ?

*********

Ada kalanya Tuhan menebarkan kasihnya kepada kita tidak dengan hal-hal yang menyenangkan, tetapi berupa teguran dan hajaran keras, namun semuanya pasti mendatangkan kebaikan bagi kita.

Bangsa ini tengah dihajar dan ditegur dengan keras, namun tergantung dari kita semua apakah kita dapat menerima dan menghayati teguran keras ini sebagai upaya untuk ‘mendidik’ kita atau kita tetap menjadi orang-orang yang cengeng, manja, mengasihani diri sendiri, mengeluh, menggerutu, tidak menyadari kesalahan dan tiada peduli kepada sesamanya? Semua tergantung dari kita sendiri…

BILA SEDANG DIDIDIK TUHAN, JANGAN SEKALI-KALI MEMBERONTAK. BELIAU TAHU YANG TERBAIK BAGI KITA….

Referensi:
*) “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11

*) Bilangan 14:11 TUHAN berfirman kepada Musa: “Berapa lama lagi bangsa ini menista Aku, dan berapa lama lagi mereka tidak mau percaya kepada-Ku, sekalipun sudah ada segala tanda mujizat yang Kulakukan di tengah-tengah mereka!

*) Amsal 3:11 Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya.

Oleh: kiesaputra | Kamis, 9 Oktober, 2008

Rinduku kepada Ibu

Kala ku turun dari surga ke dunia ini,

Ku berdiam di surga kecil dalam perut ibuku, dimana detak jantung pertama yang kudengan adalah detak jantung ibuku. Desir aliran darah pertama yang kurasakan adalah desiran aliran darahibuku. Desah napas pertama yang kudengar adalah desah napas ibuku. Belaian kasih pertama yang kurasakan adalah belaian kasih ibuku.

Kala ku keluar dari surga kecil di perut ibuku kedunia ini,

Kasih Ibuku sepanjang hidupku

Kasih Ibuku sepanjang hidupku

Yang kudengar adalah rintihan kesakitan ibuku, kurasakan perjuangan hebat ibuku menghantar kehadiranku ke dunia nyata.  Kemudian kurasakan kelembutan payudara ibu yang memberiku sumber makanan pertamaku.  Kurasakan kehangatan belaian tangan halusnya, kehangatan dekapan seorang ibu.

Kala bulan-bulan pertama dalam kehidupanku didunia ini,

Ibuku sering bangun malam hari, karena aku minta disusui. Ibuku menggendongku memberikan penghiburan dan kehangatan da

lam dekapan. Ibukuku mengganti popok ku yang sering basah karena aku mengompol. Tiada kenal siang atau malam, ibuku melindingiku setiap waktu.

Kala ku tumbuh berkembang dan menjadi dewasa, Ibuku selalu mengawasi, memberikan doa dan restunya agar selalu selamat dalam setiap langkah kehidupanku.

Kini, ibuku telah lama tiada, namun kehadirannya masih terasa. Halus dan hangatnya belaian kasihnya masih dapat kurasakan setiap saat.

Ibu, Engkaulah malaikat Tuhan yang nampak yang dikirimkan Tuhan bagiku. Aku yakin, walau sekarang Engkau tidak nampak lagi, tetapi spirit dan kasih sayangmu masih bersamaku selalu.

Terima kasih Ibu, terima kasih Tuhan.

Dari anakmu yang merindukanmu.

Oleh: kiesaputra | Minggu, 10 Agustus, 2008

Apa yang bisa kulakukan untukmu teman?

Tiba-tiba aku merasa kangen yang begitu kuat kepada mereka. Bagaimana keadaan mereka saat ini? Kira-kira apa mereka masih ingat aku? Kalau masih ingat, apakah kira-kira yang mereka harapkan dari aku ya? Apa yang seharusnya bisa aku lakukan untuk mereka tetapi tidak aku lakukan? Hmmmmm… aku jadi merasa nggak enak, telah terlalu egois untuk hanya memikirkan kebutuhan-kebutuhanku sendiri, kebutuhan keluargaku sendiri, kesenanganku sendiri…oh… betapa egoisnya… aku…

Malam ini sambil menulis ini aku putar lagu meditatif “Intouch” melalui Windows Media Player, alunan musik tiupnya membawa jiwaku mengembara ke tempat “antah berantah” yang aku merasa sudah pernah mengunjunginya. Serasa ku berjalan diantara pepohonan, terdengar kicau burung sayup-sayup disekelilingku, damai…damai sekali rasanya…. ya . . . damai… ku berdamai dengan diriku sendiri.

Setelah beberapa hari badanku agak kurang sehat, malas bermeditasi, setelah seharian rasa penat membebani jiwa ragaku, setelah mengalami pertentangan-pertentangan dalam diri ku sendiri, kini rasanya semua rasa penat, beban dan capai menguap begitu saja dan telah dihapuskan dan ditimpa menjadi damai. Tiada rasa ingin lagi untuk mempertentangkan apa apa, rasanya benar-benar nyaman.

Ingatan-ingatan dan perasaan-perasaan masa-masa penuh semangat bersama teman-teman melayani para pasien di Klinik Sosial Paguyuban Sanat Kumara Kedurus Surabaya dan perjalanan-perjalanan melayani ke klinik cabang di kota-kota lain membuat rasa kangen untuk melakukannya lagi setelah sekian lama absen.

Kuingat wajah-wajah para pasien yang pernah berhadapan denganku waktu itu satu persatu hadir dalam ingatanku. Wajah kesakitan, wajah terbeban, wajah keluh kesah, wajah syukur, wajah pasrah. . . hmmmm..

Tiba-tiba aku merasa kangen yang begitu kuat kepada mereka. Bagaimana keadaan mereka saat ini? Kira-kira apa mereka masih ingat aku? Kalau masih ingat, apakah kira-kira yang mereka harapkan dari aku ya? Apa yang seharusnya bisa aku lakukan untuk mereka tetapi tidak aku lakukan? Hmmmmm… aku jadi merasa nggak enak, telah terlalu egois untuk hanya memikirkan kebutuhan-kebutuhanku sendiri, kebutuhan keluargaku sendiri, kesenanganku sendiri…oh… betapa egoisnya… aku…

“Father, Mother God, please take me as an instrument of Your Will”, doa yang dulu setiap hari kupanjatkan ini tiba-tiba muncul kembali dalam ingatanku saat ini.

….tiada terasa waktu sudah menunjukkan pukul 01:33 pagi … akhirnya kupanjatkan doa kepada Tuhan untuk semua orang yang pernah bertemu denganku, semoga mereka semua mendapatkan rasa damai dalam setiap langkahnya mulai saat ini. Juga kukirimkan Distant Healing bagi yang membutuhkannya, semoga Tuhan memberi kesembuhan atas sakit dan luka-lukanya, baik luka fisik maupun batin nya.

Terima kasih Tuhan, masih Engkau beri aku waktu.

.

Oleh: kiesaputra | Jumat, 1 Agustus, 2008

Kampungku. . .

Terobosan RT 2 RW 12 Griya Kebraon Selatan, Kecamatan Karangpilang, cukup berbeda. Karena pengolahan sampah boleh dibilang sudah maksimal, mereka berinovasi pada teknologi dengan memasang CCTV.
KARDONO SETYORAKHMADI
*****************************************************************************************************

KENDATI sudah menyangka, Murtiningsih, ketua PKK RT 2 RW 12, tak bisa menyembunyikan kegembiraan saat tahu kampungnya lolos 50 besar Surabaya Green and Clean 2008. Murtiningsih dan belasan kader lingkungan di kampung berkategori maju itu langsung bersorak-sorai.

Jawa Pos langsung laris. Warga ingin memiliki pengumuman itu,” kata wanita yang akrab dipanggil Bu Sarbini tersebut. Namun, Bu Sarbini sadar bahwa pengumuman itu justru harus memacu kampung untuk terus meningkatkan program lingkungan hidup.

Untuk lomba tahun ini, inovasi yang menjadi andalan kampung itu adalah penggunaan CCTV (closed circuit camera television). Menurut Bu Sarbini, itu disebabkan upaya program lingkungan hidup lainnya sudah mentok.

Soal penghijauan, boleh dibilang warga Griya Kebraon Selatan Gg 7 dan 9 termasuk salah satu yang terbaik di Surabaya. Dengan gapura bermodel natural, lengkap dengan tanaman rambat, sepanjang gang 9 sangat rindang. Kiri kanan gang tersebut penuh tumbuhan. Selain itu, nyaris tak ditemukan sampah sedikit pun.

”Kami punya polisi sampah, yakni anak-anak kecil kampung sini. Mereka dengan sukarela berkeliling dan memunguti sampah yang berceceran di jalan,” ucap Bu Sarbini bangga.

Soal upaya pengolahan sampah pun terbilang sangat maju. ”Reduksi sampah kami sudah 80 persen,” ujarnya. Bu Sarbini mengatakan, sebenarnya bisa dengan mudah mencapai 100 persen, asalkan ada lahan tambahan. ”Total komposter kami belum mampu menampung semuanya,” urainya.

DKP (dinas kebersihan dan pertamanan), imbuh Sarbini, sudah berkomitmen memberikan mesin pemotong sampah. ”Hanya, Pak Lurah belum menemukan lahan untuk mesin itu. Bila mesin tersebut ada, dalam waktu tak lebih dari sebulan, saya yakin bisa 100 persen,” ucapnya yakin.

Pengolahan sampah kering juga sudah dilakukan. Bahkan, dalam skala kecil, industri mendaur ulang sampah kering menjadi tas dan sejumlah kerajinan lain sudah ada. ”Namun, itu tak bisa menjadi unggulan. Sebab, kami pasti tertinggal bila dibandingkan dengan Jambangan,” ungkapnya.

Akhirnya, inovasi jatuh pada penggunaan CCTV yang merupakan sumbangan dari salah seorang warga. Saat ini, di RT itu, ada empat kamera yang menyorot terus-menerus kondisi kampung. Dua di gang 7, satu di gang 9, dan satu lagi di gang AF. Semuanya masuk wilayah RT 2. Pos pantaunya ada di pos keamanan RT 2 RW 12. Dengan mesin perekam berkapasitas 40 gigabyte, rekaman tersebut bisa dijalankan selama sebulan.

Cynthia menunjukkan isi mini bioster untuk rumah tangga

Cynthia menunjukkan isi mini bioster untuk rumah tangga

”Ini penting untuk mengetahui siapa yang membuang sampah sembarangan. Dengan ini, yang membuang sampah tak bisa mengelak,” katanya.

Maklum, sanksinya lumayan berat untuk pembuang sampah di sana. Selain ditegur oleh kader lingkungan, si pembuang sampah tak bisa mendapatkan kucuran kredit dari kas PKK yang nilainya lumayan besar. Dengan total omzet Rp 40 juta, seorang warga bisa mendapatkan kredit lunak hingga Rp 1,5 juta yang bisa dicicil hingga 10 bulan.

Selain itu, kegunaan CCTV tersebut sangat penting untuk keamanan lingkungan. ”Siapa pun yang berbuat jahat pasti teridentifikasi,” tuturnya. Maka, dengan pemasangan CCTV, selain membuat lingkungan bersih, maling pun jadi grogi. (*/dos)

Sumber : Jawa Pos, 1 Agustus 2008 (http://www.jawapos.co.id/)

Oleh: kiesaputra | Kamis, 31 Juli, 2008

Iman, Harapan dan Kasih

Pengalaman kehidupan dan pengalaman spiritual tidaklah bisa diceritakan atau diturunkan, tetapi harus dijalani sendiri oleh yang bersangkutan.  Sehingga satu orang yang lain tidaklah tepat untuk memberikan penghakiman (judgement) akan pengalaman kehidupan dan spiritual seseorang yang lainnya, karena pengalaman kehidupan dan pengalaman spiritual setiap orang adalah unik, seperti uniknya Tuhan menciptakan setiap orang di dunia ini, TIDAK ADA YANG SAMA.

Suatu sore temanku datang kerumah, seperti biasanya kami ngobrol mulai dari bisnis MLM yang ditawarkan kepadaku sampai pada hal-hal lain yang sedikit menyerempet pada keyakinan dan pengalaman hidup masing-masing.

Temanku bilang, ” Pak, aku lihat kehidupan sampeyan sekarang ini rasanya nggak masuk akal bagiku, kok  sampeyan masih bisa bertahan dalam kondisi seperti ini. Dulu pendapat rutin yang “cukup” masuk setiap bulan, sekarang…….? Tapi herannya sampeyan juga masih bisa makan, anak anak juga masih sekolah disekolah swasta yang ‘bisa dibanggakan’ dengan SPP yang nggak bisa dikatakan murah juga.  Nggak masuk akal…nggak masuk akal…, piye…piye…?”

Hmm… pertama-tama saya megucapkan syukur dan terima kasih kepada Tuhan yang telah memberi saya kesempatan untuk menjalani “pelajaran” yang sangat berharga ini, dimana dalam fase pelajaran ini saya baru benar-benar bisa merasakan keindahan rahmat Tuhan.  Di dalam kekurangan finansial setelah didera berbagai “mata pelajaran” sehingga sampai seperti saat ini, saya merasakan kekayaan batin yang berlimpah ruah…dan nikmatnya kebersamaan bersama Tuhan seperti anggur yang memabukkan. LUAR BIASA, nggak bisa dilukiskan dalam kata-kata…

Disaat dahulu dimana tersedia material dan finansial yang “cukup”, apa yang ku inginkan atau yang diinginkan anak dan istriku rasanya hampir pasti bisa kupenuhi, namun jujur saja saat itu aku nggak menerima kekayaan batin seperti yang kuterima saat ini. Padahal dulu juga rajin ke tempat ibadah lho :) Nah, yang luar biasa, pelajaran ini sungguh menggatakan bahwa disaat kita merengkuh yang satu, pastilah merenggangkan rengkuhan yang lainnya. Disaat kita rengkuh kejayaan financial, jasmaniah dan keduniawian kita , terlupakanlah / kendorlah akan pencapaian kekayaan spiritual kita.

Kembali kepada pertanyaan temanku diatas, saya sampaikan bahwa aku hidup bukan saja dari akal, jadi kalau hidupku dipikirkan secara akal saja, maka pastilah nggak masuk di akal.  Tetapi ada Iman, harapan dan kasih yang menyelubungi dan terpaut satu sama lain yang saling menguatkan.

Iman, aku berkeyakinan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, jadi kenapa harus kuatir?

Harapan, aku menambatkan harapan yang dalam kepada Tuhan dengan penuh keyakinan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, jadi kenapa harus kuatir?

Kasih, kasih adalah perbuatan, perbuatan yang didasarkan pada Harapan dan Iman bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, jadi kenapa harus kuatir?

Pengalaman kehidupan dan pengalaman spiritual tidaklah bisa diceritakan atau diturunkan, tetapi harus dijalani sendiri oleh yang bersangkutan.  Sehingga satu orang yang lain tidaklah tepat untuk memberikan penghakiman (judgement) akan pengalaman kehidupan dan spiritual seseorang yang lainnya, karena pengalaman kehidupan dan pengalaman spiritual setiap orang adalah unik, seperti uniknya Tuhan menciptakan setiap orang di dunia ini, TIDAK ADA YANG SAMA…LUAR BIASA!

Menurut saya, bila kita membicarakan masalah hidup dan kehidupan, hal-hal yang bersifat pengalaman dan spiritualitas, sebaiknya kita lepaskan atribut dan keterikatan kita kepada akal… sebaiknya bersandar pada Iman, Harapan dan KASIH.

Diantara ketiganya (Iman, Harapan dan Kasih), KASIH lah yang terbesar.  Karena Allah sendirilah KASIH itu. Siapa yang berani merasa lebih besar dari Allah?

Bila kita mempunyai ketiga hal diatas, apakah kita masih perlu merasa kuatir?

Oleh: kiesaputra | Kamis, 24 Juli, 2008

Anakmu bukanlah dirimu

Memperingat Hari Anak Nasional 2008 ini, ada baiknya sebagai orang tua kita renungkan kata-kata dari seorang Sufi tersohor, Kahlil Gibran.

Anakmu bukanlah milikmu

Amanat bagi orang tua

Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu.

Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri.

Mereka terlahir melalui engkau tapi bukan darimu.

Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu.

( Kahlil Gibran – http://kahlil-gibran.cn/Content/khalil.asp)

Terkadang kita tidak sadar dan menganggap bahwa semua yang ada di dalam rumah kita adalah milik kita, kita terikat akan semua yang ada di dalam rumah kita. Meja, kursi, lemari, televisi, kulkas, motor, mobil dan bahkan sering pula kita mengklaim bahwa anak-anak kita adalah milik kita, yang harus mengikuti segala kehendak kita. Anak-anak harus menurut 100% tanpa ampun, tentunya tujuan kita adalah demi kebaikan dan keselamatan mereka. Sering kita menjadi otoriter dalam mendidik dan mengembangkan anak, seolah-olah anak-anak adalah suatu obyek yang tidak mempunyai pemikiran dan kehidupannya sendiri. Kita sering lupa!

Fakta yang ada bahwa kita tidak pernah tahu seorang anak akan menjadi apa di masa mendatang, tetapi kita tahu bahwa apa yang dapat kita lakukan demi perkembangan mereka.

Sering kita merampas hak anak untuk bermain – karena dunia anak identik dengan bermain – dengan membebani mereka dengan berbagai macam jenis les yang menyita waktu bermain mereka. Harapan kita kita akan menjadikan mereka orang yang seba bisa, serba mampu dan yang paling penting tidak memalukan keluarga! Anak menjadi korban ambisi orang tuanya!

Ada banyak sekali contoh yang menurut saya merampas kebebasan anak-anak untuk berkembang melalui tahap-tahap yang seharusnya, silakan direnungkan dan direnungkan lagi…

Harapan saya, biarlah anak-anak memiliki dan menjadi dirinya sendiri. Kita sebagai orang tua sebagai pendamping dan pengaman yang bijaksana.

Mari kita cari sendiri formulasi yang paling pas dan paling cocok untuk anak-anak kita, karena mereka masing-masing unik adanya.

Semoga. . .

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.